v

Inilah Cara Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Untuk Anak Usia Pra Sekolah.

Perkenalkan nama saya Etty Rochaety saya adalah seorang ibu, nenek, dan seorang karyawati di sebuah lembaga Rumah Sakit swasta di wilayah Bogor, ingin berbagi tetang pengalaman saya dalam hal pemberian makanan tambahan untuk anak-anak pra sekolah. Berdasarkan pengalaman yang dihadiri anak – anak kecil sekali yang sulit sekali diajak makan. Tentunya kita sebagai seorang ibu akan sangat khawatir terhadap perkembangan putri kita kan …. maka dengan ini saya membuat artikel yang berkaitan dengan makanan tambahan untuk balita. Setiap orang tua pasti mendambakan anak menjadi sehat dan cerdas. Guna mewujudkan hal tersebut, mewujudkannya orang tua menyadari kebutuhan nutrisi anak sejak janin tumbuh dan berkembang di dalam kandungan sampai anak memulai usia prasekolah.

PENGERTIAN Makanan Tambahan adalah program intervensi untuk anak-anak yang kurang gizi di mana saja untuk meningkatkan status gizi anak serta untuk mencukupi kebutuhan gizi anak agar tercapainya status gizi dan gizi yang sesuai dengan anak-anak tersebut. Sementara makanan untuk memulihkan gizi adalah makanan padat yang diperkaya dengan vitamin dan mineral, diberikan kepada balita gizi buruk selama masa pemulihan (Kemenkes RI, 2011). Pemberian Makanan Tambahan merupakan salah satu komponen yang penting dalam Perbaikan Gizi Keluarga (UPGK) dan program yang dirancang oleh pemerintah. PMT sebagai sarana pemulihan gizi dalam arti kuratif, rehabilitatif dan sebagai sarana pendukung pendukung salah satu bentuk bantuan gizi dari keluarga luar, dalam rangka program UPGK.PMT ini diberikan setiap hari, hingga makanan bergizi penerima tambahan ini menunjukkan perbaikan dan memintanya benar-benar sebagai penambah dengan tidak menambah jumlah makanan yang dibutuhkan setiap hari dirumah. Pada saat ini program PMT masih perlu diperbaiki masih banyak anak dan anak-anak yang kekurangan gizi buruk.TUJUAN DARI PEMBERIAN PMT 

1. Makanan Anak Usia Prasekolah.

Makanan anak prasekolah harus mendapat perhatian mengingat masih dalam masa tumbuh kembang, maka keseimbangan gizinya harus disetujui tetap sehat. Anak usia 3 – 5 tahun merupakan usia dimana anak akan bertambah kembang dan aktivitas yang sangat cepat dibandingkan dengan masih bayi yang besar. Kebutuhan zat gizi akan meningkat. Sementara pemberian makanan juga akan lebih sering. Pada usia ini, anak sudah memiliki sifat konsumen aktif, yaitu mereka sudah bisa memilih makanan yang diinginkan. Seorang ibu yang telah menanamkan kebiasaan makan dengan nutrisi yang baik pada usia dini sangat membantu makanan anak, karena ia telah memperkenalkan makanan yang baik pada usia sebelumnya. Oleh karena itu, pola pemberian makanan sangat penting untuk diperhatikan.Selain jika di sekolah juga ditopang oleh gurunya dengan makanan yang sehat secara rutin. Hal ini sangat menguntungkan seandainya ada anak yang susah makan dan dengan petunjuk guru. Oleh karena itu program makan bersama di sekolah sangat baik dilaksanakan. Ini merupakan modal dasar yang menentukan gizi yang baik.

2 . Tujuan Pemberian Makanan Tambahan.

Pemberian makanan tambahan untuk memperbaiki keadaan gizi pada anak-anak golongan rawan gizi yang kurang gizi, dan diberikan kepada anak-anak balita yang tiga kali lipat-ikut serta tidak perlu timbangannya serta badan yang berat pada KMS yang membagikannya. Bahan makanan yang digunakan dalam PMT mengambilnya bahan-bahan yang dapat dibeli secara lokal, sehingga meningkatkan kelestarian program lebih besar. Diutamakan bahan makanan penyumbat kalori dan protein tanpa mengesampingkan sumber zat gizi lain seperti: padi-padian, umbi-umbian, kacang-kacangan, ikan, sayuran hijau, kelapa dan hasil olahannya.

3. Komposisi PMT .

 Menurut Departemen Kesehatan RI mengutip dari Judiono (2003) bahwa prasyarat menyediakan makanan tambahan untuk anak sekolah 200-300 kalori dan protein 5 – 8 gram, PMT menghasilkan makanan selingan atau makanan lengkap (porsi) kecil, menggunakan protein nabati / hewani, mempergunakan resep daerah , dilengkapi, disiapkan, dan dipersiapkan dengan baik, aman memenuhi persyaratan kesehatan dan kesehatan. Pemberian makanan tambahan (PMT) diberikan dengan frekuensi minimal 3 kali seminggu selama 100 – 160 hari.
Komposisi bahan makanan untuk PMT antara lain seperti yang tertera dalam Tabel berikut di bawah ini:

Protein Nabati:

· Kacang hijau

· Kacang kedelai

· Kacang merah

· Kacang tanah terkupas

· Kacang tolo

· Oncom

· Keju kacang tanah

· Tahu

· Tempe

Hidrat Arang:

· Nasi

· Tim Nasi

· Bubur beras

· Nasi jagung

· Kentang

· Singkong

· Talas

· Ubi

· Biskuit

· Krakers

· Maizena

· Tepung beras

· Tepung singkong

· Tepung sagu

· Tepung terigu

· Tepung hunkwe

· Mi kering

· Mi basah

· Makaroni

· Bihun

Protein Hewani :

· Daging sapi

· Daging babi

· Daging ayam

· Hati sapi

· Didih sapi

· Babat

· Usus sapi

· Telur ayam

· Telur bebek

· Ikan segar

· Ikan asin

· Ikan teri

· Udang

· Basah

· Keju

· Bakso Daging

Sayuran :

· Daun bawang

· Daun kacang panjang

· Jamur segar

· Kangkung

· Tomat

· Kecipir

· Buncis

· Kol

· Kembang kol

· Pepaya muda

· Rebung

· Sawi

· Selada

· Seledri

· Tauge

· Terong

· Cabe hijau besar

· Bayam

· Buncis

· Daun singkong

· Daun pepaya

· Jagung muda

· Jantung pisang

· Genjer

· Kacang panjang

· Nangka muda

· Pare

· Wortel

· Ketimun

 Buah-buahan:                                  

· Avokad                                           

· Nenas

· Nangka masak

· Pepaya

· Pir

· Pisang ambon

· Rambutan

· Salak

· Sawo

· Sirsak

· Semangka

· Anggur

· Belimbing

· Jambu biji

· Jambu udara

· Duku

· Durian

· Jeruk manis

· Kedondong

· Mangga

· Nenas

· Apel

· Mangga

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *